<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2901">
<titleInfo>
<title><![CDATA[IMOBILISASI LAKASE PADA KITOSANUNTUK DEGRADASI PEWARNA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dhini Annisa Rahmasari K., S.Pd., M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nanda Purnamasari Senoputri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Garut]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Fakultas MIPA UNIGA]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Kimia]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pencemaran air merupakan salah satu pencemaran lingkungan yang paling tinggi 
di Jawa Barat. Kabupaten Garut telah dikenal dengan industri kulitnya yang sangat 
berkembang. Limbah dari industri kulit tersebut umumnya mengandung residu 
pewarna yang tentunya menjadi salah satu penyebab pencemaran air. Untuk 
mengurangi kandungan pewarna dalam limbah, berbagai penelitian telah dilakukan 
untuk mencari metode terbaik dengan bahan yang ramah lingkungan. Degradasi 
menggunakan enzim menjadi salah satu alternatif yang efektif dan ramah 
lingkungan. Enzim lakase mampu mendegradasi pewarna yang terkandung dalam 
suatu larutan. Akan tetapi, lakase cenderung tidak stabil dan mudah dipengaruhi 
oleh pH, temperatur dan faktor lingkungan lainnya. Imobilisasi dapat menjadi 
solusi untuk meningkatkan stabilitas dan aktivitas lakase. Oleh karena itu, tujuan 
penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi optimum proses imobilisasi lakase
pada kitosan, karakteristik lakase sebelum dan setelah imobilisasi, serta hasil 
degradasi pewarna oleh lakase yang diimobilisasi pada kitosan. Metode yang 
digunakan pada penelitian ini adalah metode review artikel, dimana artikel 
dikumpulkan dengan bantuan mesin pencari ?google scholar? dan ?science direct?.
Sebelumnya, dilakukan penentuan tema review terlebih dahulu yaitu ?imobilisasi 
lakase pada kitosan?. Kemudian pencarian dilakukan dengan menggunakan kata 
kunci ?Immobilization of Laccase with Chitosan beads for Dye Degradation?.
Pencarian dengan rentang tahun 2012-2022 menghasilkan 770 artikel dari google 
scholar dan 464 artikel dari science direct. Dari hasil pencarian tersebut dipilih 9
artikel yang telah dilakukan penyaringan berdasarkan kesesuaian tema yang telah 
ditentukan dan indeks Q1-Q3. Selanjutnya dilakukan analisis data dan diambil 
kesimpulan dari 9 artikel tersebut. Berdasarkan hasil review yang telah dilakukan,
kondisi optimum untuk proses imobilisasi lakase pada kitosan dengan nilai efisiensi 
imobilisasi sebesar 84,7% adalah dengan konsentrasi kitosan 2,5%, konsentrasi 
lakase 2%, waktu ikat silang selama 3 jam dan waktu imobilisasi selama 6 jam.
Lakase bebas memiliki rentang pH optimum 3 - 6,5, sedangkan lakase 
terimobilisasi pada pH 5 - 7. Adapun suhu optimum lakase bebas berada pada suhu 
35 - 55?C, sedangkan lakase terimobilisasi pada suhu 50 - 60?C. Lakase 
terimobilisasi juga memiliki stabilitas penyimpanan dan penggunaan kembali yang 
lebih baik dari lakase bebasnya. Hasil degradasi pewarna oleh lakase yang telah 
diimobilisasi pada kitosan sebesar 97% pada pewarna Belerang Acid Red 37 yang 
diinkubasi selama 120 jam.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[imobilisasi]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Kitosan]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[degradasi]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[pewarna]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[lakase]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[4]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Fakultas MIPA Universitas Garut System Elektronik Skripsi dan Tesis]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[0004 NAN 2023]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[0002171-1]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[LIB.MIPA - GED. A]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[0004 NAN 2023]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2901]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-03 10:22:14]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-03 11:19:39]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>