EVALUASI PENGELOLAAN OBAT EMERGENSI DI PUSKESMAS BAGENDIT DAN TAROGONG GARUT
Pengelolaan obat darurat di Puskesmas, terutama di ruang Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dan Unit Gawat Darurat (UGD), sangat penting untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik. Namun, dalam pelaksanaannya, masih sering ditemukan ketidaksesuaian dengan standar, seperti ketidakpatuhan terhadap prosedur standar operasional (SOP) dan penempatan obat yang tidak tepat. Untuk itu, penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana pengelolaan obat darurat di Puskesmas Bagendit dan Tarogong, Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif non-eksperimental dan dilaksanakan di kedua Puskesmas tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengevaluasi pengelolaan obat darurat di ruang PONED dan UGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Puskesmas Bagendit, pengelolaan obat darurat mencapai efektivitas sebesar 74%, sedangkan di Puskesmas Tarogong mencapai 89%. Angka ini menunjukkan sebagian besar aspek telah dilakukan dengan baik atau sangat baik, meskipun masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Hasil ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di kedua Puskesmas tersebut.
Detail Information
Citation